1. Pengertian Ekonomi Politik
Prinsip pengambilan keputusan dalam ekonomi (efisiensi) sering atau bias bertentangan dengan pengambilan keputusan dalam politik. Hal ini menyebabakan dalam kondisi lingkungan politik tertentu, mungkin saja terjadi interaksi antara keputusan ekonomi dan politik. Hal ini mengingat masyarakat bukan hanya sebagai konsumen dan produsen, melainkan juga sebagai warga Negara dengan berbagai afiliasi politiknya. Dengan kekuatan politiknya mereka tidak hanya dapat mengatur pasar, melainkan dapat mengambil alih secara langsung sumber daya yang ada dinegaranya. Dalam kaitan ini, dapat dikatakan para ekonom hampir tidak bisa melakukan prediksi ekonomi tanpa membuat prediksi tentang respon politik yang mungkin bisa menghasilkan keputusan yang berbeda. Untuk itu buku ini mencoba menjelaskan tentang ekonomi politik
2. Pengertian Politik Ekonomi (Kebijaksanaan Ekonomi)
Usaha untuk mempengaruhi secara sadar, totalitas kehidupan ekonomi, maksudnya penyatuan dari semua rumah-rumah tangga interdependent, yang ada dalam lingkungan ekonomi tertentu yakni rumah-rumah tangga pemerintah dan swasta, serta rumah-rumah tangga konsumsi hingga mencapai satu kesatuan ekonomie kontinu, guna mencapai kemakmmuran. Contoh yang suatu system politik ekonomi adalah Merkantilisme adalah suatu sistem politik ekonomi yang sangat mementingkan perdagangan internasional dengan tujuan untuk memperbanyak aset dan modal yang dimiliki suatu negara. Merkantilisme tertuang dalan peraturan negara yang berbentuk proteksionime dan politik kolonial demi neraca perdagangan yang menguntungkan. Pemerintah negara mendukung ekspor dengan insentif dan menghadang import dengan tarif.
Kekayaan dan kemakmuran suatu negara diukur dari perbandingan ekspor impornya yang digambarkan dengan jumlah kapital dari logam mulia, mineral berharga dan komoditas lainnya. Seolah-olah ekspor dan impor berada dalam suatu timbangan di mana jika ekspor berlebih meka neraca perdangangan dianggap untung. Dengan adanya keuntungan maka terjadi peningkatan pendapatan negara yang harus dibayar & diimbangi secara tunai dengan emas.
Contoh raja pengikut/ penganut sistem merkantilisme :
1. Raja Karel V dari negara Spanyol
2. Ratu Elizabeth dari Inggris
3. Prinsmaurits berasal dari Belanda
4. Louis XIV dari Prancis
Aspek-Aspek Politik Merkantilisme :
1. Ekonomi : Berupaya mendapatkan emas sebanyak-banyaknya.
2. Tariff : pembatasan impor dengan tarif tinggi untuk barang dari negara lain.
3. Industri : Menggalakkan industri barang jadi untuk mengingkatkan ekspor.
4. Perkapalan : Act of Navigation sangat membantu perkapalan Inggris.
5. Penduduk : Meningkatkan jumlah penduduk agar bisa meningkatkan jumlah output produk Industri.
6. Kolonial : Negara daerah jajahan dipergunakan sebagai penjual hasil dan laveransi bahan dasar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar